Devosi Api Cinta Dan Persiapan Pembaktian Diri
Refleksi Hari Kedua : Penciptaan Dunia
Oleh : Stanley AQ Mandolang
Tema “Penciptaan Dunia” untuk hari kedua dari 33 hari Persiapan Pembaktian Diri kepada Yesus melalui Maria menurut Santo Montfort mengundang kita untuk merenungkan karya penciptaan Allah dan peran kita di dalamnya, sementara devosi Api Cinta, seperti yang diungkapkan dalam Buku Harian Rohani Elizabeth Kindelmann, memperdalam renungan ini dengan menekankan peran Maria dalam pembaruan ciptaan melalui pencurahan rahmat dari Hatinya yang Tak Bernoda. Refleksi ini mengeksplorasi bagaimana penciptaan dunia mencerminkan kasih dan tujuan Allah, dan bagaimana kita dipanggil untuk berpartisipasi dalam penebusan-Nya melalui Api Cinta Hati Maria Yang Tak Bernoda.
Api Cinta dan Pembaruan Ciptaan
Devosi Api Cinta berpusat pada misi Perawan Maria yang Terberkati untuk membutakan Iblis dan menyelamatkan jiwa-jiwa melalui rahmat dari Hatinya yang Tak Bernoda. Dalam Buku Harian Rohani yang ditulis oleh Elizabeth Kindelmann, Maria menggambarkan Api Cinta sebagai anugerah ilahi yang “begitu besar yang belum pernah ada sejak Sabda menjadi Daging” (Buku Harian Rohani, hlm. 82). Rahmat ini, yang diberikan berkat jasa-jasa Sengsara Kristus adalah kekuatan transformatif yang dimaksudkan untuk memperbarui dunia, melawan pengaruh setan yang merusak. Pertempuran bagi keselamatan jiwa-jiwa ini mencerminkan kebaikan sejati dari ciptaan, yang dirusak oleh dosa tetapi sekarang dipulihkan melalui perantaraan Maria.
Buku harian ini menekankan bahwa Api Cinta tidak hanya untuk pengudusan seseorang saja tetapi juga untuk keselamatan seluruh umat manusia. Maria menginstruksikan Elisabet untuk menambahkan permohonan, “Curahkanlah ke atas seluruh umat manusia efek rahmat Api Cintamu,” pada Salam Maria (Buku Harian Rohani, hal. 121). Doa ini mencerminkan peran kita dalam rencana Allah untuk memperbarui ciptaan, ketika kita menjadi rekan kerja bersama Maria untuk menyebarkan rahmat Allah ke seluruh penjuru dunia. Buku harian ini juga menyoroti pentingnya doa keluarga. Dengan mengundang Maria ke dalam hidup kita, kita berpartisipasi dalam penciptaan kembali dunia, menjadikan rumah dan hati kita sebagai tempat di mana kasih Allah yang sejati dan kreatif dipulihkan.
Lebih jauh lagi, Api Cinta memanggil kita untuk menerima pengurbanan untuk mempercepat pembaruan ini. Maria meminta puasa, vigili (doa malam), dan adorasi. Panggilan untuk berkurban ini selaras dengan tujuan penebusan penciptaan, di mana penderitaan kita, yang disatukan dengan penderitaan Kristus, menjadi sarana untuk memulihkan gambaran Allah di dunia.
Persiapan Pembaktian Diri Santo Montfort: Hari 2 – Penciptaan Dunia
Pada hari kedua dari 33 hari Persiapan Pembaktian Diri menurut Santo Montfort, kita melanjutkan periode awal 12 hari untuk meninggalkan semangat dunia guna mempersiapkan hati kita untuk penyerahan diri secara total kepada Yesus melalui Maria. Persiapan Pembaktian Diri menyarankan untuk merenungkan penciptaan, khususnya melalui Kitab Suci dan latihan-latihan rohani yang memupuk pengenalan diri dan penyangkalan diri. Penciptaan dunia, seperti yang digambarkan dalam Kitab Kejadian 1, mengungkapkan kebijaksanaan, kuasa, dan kasih Allah, dengan manusia sebagai puncak ciptaan-Nya, yang diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya (Kejadian 1:26-27).
Santo Montfort mengingatkan kita akan ketergantungan kita pada Tuhan: “Kesia-siaan di atas kesia-siaan, semuanya adalah kesia-siaan, kecuali mencintai Allah dan melayani Dia saja” (Pengkotbah 1:2 dan Mengikuti Jejak Kristus Pasal 14, no.7, hal.57). Refleksi tentang penciptaan ini memanggil kita untuk menyadari bahwa dunia, meskipun pada awalnya baik, telah dirusak oleh dosa, dan tugas kita adalah menyelaraskan diri kita dengan rencana awal Allah dengan menolak keterikatan duniawi. Santo Montfort menulis, “Kita harus mengosongkan diri kita dari roh dunia, yang berlawanan dengan roh Yesus” (Bakti Sejati no.227). Pengosongan ini mempersiapkan kita untuk menerima bimbingan Maria, yang melaluinya kita menjadi serupa dengan Kristus, Adam yang baru, yang memulihkan ciptaan.
Sintesis: Penciptaan dan Penciptaan Kembali Melalui Maria
Refleksi tentang “Penciptaan Dunia” menyatukan devosi Api Cinta dan Persiapan Pembaktian Diri menurut Santo Montfort dalam visi bersama tentang cinta Allah yang kreatif dan menebus. Awal penciptaan, seperti yang digambarkan dalam Kitab Kejadian, merupakan karya cinta ilahi, di mana Allah menyatakan bahwa segala sesuatunya “sungguh amat baik” (Kejadian 1:31). Namun, dosa mengganggu keharmonisan ini, dan devosi Api Cinta mengungkapkan peran Maria dalam memulihkannya. Hatinya yang Tak Bernoda, yang dipenuhi dengan Roh Kudus, adalah saluran yang melaluinya rahmat penebusan mengalir, seperti yang dikatakannya kepada Elisabet, “Api Cintaku akan menyebar seperti kebakaran yang hebat” (Buku Harian Rohani, hlm. 62). Rahmat Api Cinta ini adalah rencana Allah untuk memperbarui ciptaan, menjadikan segala sesuatu baru di dalam Kristus (Why. 21:5).
Pembaktian Diri melengkapi hal ini dengan memanggil kita untuk meninggalkan roh dunia, yang mendistorsi ciptaan Allah, dan mempercayakan diri kita kepada Maria, yang menuntun kita kepada Yesus. Ia menulis, “Maria adalah surga Allah … di mana Roh Kudus menemukan tempat kediamannya” (Bakti Sejati no. 6). Dengan membaktikan diri kita kepada Maria, kita berpartisipasi dalam penciptaan kembali dunia, menjadi alat Roh Kudus, yang “melayang-layang di atas air” pada saat penciptaan (Kejadian 1:2) dan sekarang bekerja melalui Api Cinta dari Maria untuk memperbarui muka bumi.
Panggilan kita adalah untuk hidup sebagai pelayan ciptaan, yang mencerminkan citra Allah melalui kehidupan yang kudus dan berkurban. Doa Api Cinta dan latihan rohani Santo Montfort mengarahkan kita kepada Maria dengan fiatnya – “Jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Lukas 1:38) – memungkinkan terjadinya Penjelmaan, momen yang sangat penting dalam penciptaan kembali dunia. Dengan meniru penyerahan diri Maria, kita mengizinkan Roh Kudus untuk mentransformasi diri kita.
Aplikasi Praktis
Menghayati refleksi ini pada hari kedua Persiapan Pembaktian Diri dalam semangat Api Cinta:
- Renungkanlah tentang Penciptaan: Bacalah Kejadian 1 dan renungkanlah kasih dan tujuan Allah dalam menciptakan dunia. Mintalah kepada Maria untuk membantu Anda melihat peran Anda dalam pembaruannya melalui Api Cinta.
- Berdoalah dengan merenungkan ciptaan: Masukkan permohonan Api Cinta ke dalam doa Salam Maria, memohon rahmat untuk memperbarui dunia. Ucapkan doa-doa yang direkomendasikan Santo Montfort (Veni Creator Spiritus, Ave Maris Stella) untuk mengundang kekuatan transformatif Roh Kudus.
- Berlatihlah menyangkal diri: Identifikasi satu keterikatan duniawi (misalnya, materialisme, kesombongan, dll.) dan persembahkan pengurbanan kecil, seperti berpuasa atau menyediakan waktu untuk hening, untuk menyelaraskan hati Anda dengan rencana Allah yang kreatif.
- Jadikanlah rumah Anda sebagai Gudang rahmat: Seperti yang dianjurkan oleh buku harian Api Cinta, undanglah Maria ke dalam rumah Anda melalui doa keluarga, ciptakanlah sebuah tempat di mana Roh Kudus dapat memperbarui ciptaan.
Kesimpulan
Tema “Penciptaan Dunia” mengingatkan kita bahwa kita dipanggil untuk berpartisipasi dalam rencana penciptaan dan penebusan Allah melalui Hati Maria yang Tak Bernoda. Devosi Api Cinta mengungkapkan peran Maria sebagai saluran rahmat yang membutakan Setan dan memulihkan jiwa-jiwa, sementara Pembaktian Diri memanggil kita untuk meninggalkan semangat duniawi dan merangkul misi ini. Seperti yang ditulis oleh Santo Montfort, “Melalui Maria, keselamatan dunia dimulai, dan melalui Maria pula keselamatan itu harus diselesaikan” (Bakti Sejati no. 15). Dengan menghidupi Api Cinta dan membaktikan diri kita kepada Yesus melalui Maria, kita menjadi rekan pencipta dalam pembaruan dunia, yang merefleksikan keindahan dan kebaikan ciptaan Allah yang sejati.